Skip to content

Cart

Your cart is empty

Article: Doa Masuk Masjid Nabawi, Arab, Latin dan Artinya

Doa Masuk Masjid Nabawi, Arab, Latin dan Artinya

Doa Masuk Masjid Nabawi, Arab, Latin dan Artinya

Salah satu peninggalan Rasulullah SAW yang juga menjadi tempat makam dimakamkannya Rasulullah Saw adalah masjid Nabawi yang berada di kota Madinah. Masjid Nabawi juga menjadi salah satu tempat yang mustajab untuk berdoa. Tempat itu disebut dengan nama Raudhah. Sebagai salah satu tempat istimewa, terdapat doa yang harus dipanjatkan saat hendak masuk ke dalam masjid Nabawi.

Doa Saat Masuk ke Masjid Nabawi


Imam Al Ghazali menganjurkan kepada mereka untuk membaca doa saat masuk ke masjid Nabawi yang berbunyi:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. أَعُوذُ باللهِ العَظِيمِ وَوَجْهِ الكَرِيمِ وَسُلْطَانِهِ القَدِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

“Bismillahir rahmaanir rahiim. A’uudzubillahil kariimi wa sulthaanihil qadiimi minasy syaithaanir rajiimi allahummaf tahlii abwaaba rahmatika.”

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung, kepada wajah-Nya yang Maha Mulia dan kepada kekuasaan-Nya Yang Maha Dahulu dari godaan setan yang terkutuk. Ya Allah, bukakanlah bagiku segla pintu rahmat-Mu.”

Penutup Doa


Selain daripada doa di atas, tentu masih ada adab atau aturan lain yang perlu diperhatikan dan dijalankan. Hal itu sebagai upaya, usaha, ikhtiar dalam menjaga keistimewaan, keagungan dan kesucian daripada masjid Nabawi. Semoga Allah mengabulkan mewujudkan apa yang kita harapkan di dalam doa kita masing-masing.

Firman Allah Swt:

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

Artinya: “Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS. Ar-Rad: 11)